Belajar Public Speaking|Komunikasi Nonverbal

Posted by on Jan 7, 2016 in Articles | 0 comments

Pancaran sikap Anda adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan, jika akan melakukan public speaking. Semua hal harus dipelajari, baik suara, bahasa tubuh, kontak mata, bahkan penampilan berpengaruh untuk membantu Anda. Jika salah dalam mengatur pancaran sikap ini, Anda akan kehilangan pengaruh dan perhatian dari pendengar Anda. Yang harus Anda hindari dalam Belajar public speaking adalah menjadikan audience Anda menjadi bosan, arogan. Anda juga bisa dianggap tidak menguasai bahan dan yang membuat audience Anda bertahan yaitu karena toleransi kesopanan saja yang mereka tunjukkan kepada Anda. Dalam pengalaman kami memberikan training public speaking, tidak kami dapati bahwa ada seseorang yang sangat buruk dalam semua hal, pastilah seseorang walaupun kemampuan nonverbalnya tidak terlalu baik, dia adalah seorang yang hebal dalam berkata-kata, atau mempunyai kekuatan verbal yang memadai. Jadi, dalam pengalaman kami, tidak pernah ditemukan seseorang yang harus mengalami “total perbaikan”.

Ada Tiga point yang akan kami bagikan untuk Anda dalam mempelajari komunikasi nonverbal.

  1. Menyajikan Cara Masuk yang berwibawa.

Jika Anda akan memberikan ceramah atau presentasi, cara masuk dan moment pertama di atas panggung haruslah lancar dan mulus. Dengan percaya diri sesuaikan microphone, atur suara dan bangun tingkat kenyamanan Anda. Jika Anda melewatkan bagian ini, ceramah Anda akan terputus-putus dan tidak akan berjalan sebebas kemauan Anda. Hasilnya adalah, pendengar Anda akan melihat pembicara yang gugup dan agak kurang dan mereka akan berpikir kenapa? Jika di awal Anda tidak berwibawa, Anda akan kehilangan kredibilitas, dan kewenangan. Penting untuk Anda datang lebih awal, pelajari lokasi, buatlah perubahan sesuai kenyamanan Anda, atur pengeras suara dll.

2.Gunakan masa hening secara efektif.

Belajar public speaking perlu mengetahui aspek kehehingan. Keheningan sesaat adalah cara komunikasi yang sangat kuat. Sayangnya, banyak pembicara yang takut melakukannya.Jika Anda sudah memulai prresentasi Anda dengan mulus dan lancar, Anda akan mengurangi �ke efektifan Anda dengan langsung terus berbicara, untuk itu, tunggulah sejenak, tarik napas, santai sejenak, dan lihatlah kesekeliling audience Anda. Biarkan keheningan itu terjadi.

3.Gunakan Mata Anda untuk menyampaikan pesan Anda

Shakespeare menyebut mata adalah “Kaca dari jiwa” Mata adalah komunikator yang sangat penting. Dalam beberapa budaya, berbicara tanpa memandang mata, dianggap tidak berkata dengan sejujurnya. Jika Anda berbicara di depan banyak orang dan mata Anda tidak fokus, Anda malah akan kehilangan Audience Anda. Dalam Belajar Public speaking, kami akan mengajarkan Anda untuk terbiasa melihat audience Anda, tergantung jumlah audience nya tentunya. Jika Anda berbicara di depan lima ratus orang, cukuplah perwakilan saja yang Anda lihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*