Humor Sebagai Bumbu Presentasi

Posted by on Feb 13, 2018 in Articles | 0 comments

Public Speaking Jakarta | Banyak alasannya, kenapa humor digunakan sebagai bumbu presentasi. Terutama untuk menarik perhatian, menarik simpati, menghalau rasa gugup dan membuat argumentasi anda kuat, menancap dibenak para audiens. Anda juga, bukan ? sehabis mendengar presentasi dari seorang orator, pasti yang paling anda ingat adalah point-point yang disertai humor dan lelucon.

Jadi, asal hati-hati, lelucon yang terkenal, anekdot atau sendau-gurau sindiran, dapat memperkaya dan memeriahkan acara atau presentasi yang paling formal sekalipun.

 

Siapa yang boleh menggunakan humor ?

Humor, seperti halnya alat bantu pidato lainnya, harus digunakan secara bijaksana. Sebagai pembicara, justru dianjurkan untuk menggunakannya.

Para penulis pidato professional, telah menjelaskan hal ini dengan jelas. Humor harus keluar secara wajar dan spontan dari seorang pembicara. Bagi orang-orang yang masih demam panggung, memang tidak mudah untuk bersikap apa adanya, begitu kakinya mulai melangkah menuju hadapan audiens.

Tidak perlu bingung jika lelucon anda sudah ketinggalan zaman, yang penting sajikan menurut selera masa kini. Meskipun sudah cukup terkenal, suatu lelucon atau humor bisa tetap efektif jika disajikan dalam bentuk imajinatif.

 

Baca Juga : Tantangan Public Speaker 

 

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika menggunakan humor dalam presentasi

a. Jangan Menyinggung Orang Lain

Di lingkungan keluarga atau teman dekat, anda bisa melucu sesuka hati. Akan tetapi hal demikian, jangan anda terapkan ketika berpidato. Salah-salah anda menyinggung perasaan audiens anda dan anda bisa kehilangan simpati audiens anda.

b. Lakukan dengan Tenang

Ini berguna pada setiap penyampaian presentasi, terutama ketika sedang menyampaikan lelucon atau humor. Hindari tertawa sendiri sebelum lelucon itu selesai disampaikan, redakan perasaan anda menggunakan humor khusus sebagai gantinya. Cobalah mencela salah satu sifat anda sendiri dengan sikap jenaka.

c. Jangan Menggunakan Permainan Kata

Permainan kata, sangat jelek reputasinya. Kata orang, itu humor kelas terendah. Permainan kata, mungkin saja lucu. Tapi untuk diikutsertakan dalam suatu presentasi, rasanya sangat kurang memenuhi syarat. Kurang canggih, kurang intelek, dan kurang menarik perhatian.

d. Jangan Digunakan dalam Presentasi di Luar Gedung

Jika suatu hari anda harus presentasi diluar gedung, sebaiknya jangan gunakan humor. Karena diluar gedung anda harus bekerja keras untuk mengendalikan tawa besar para audiens yang banyak. Bisa jadi membuat presentasi anda berantakan.

e. Jangan Menggunakan Sarkasme

Sarkasme disini berarti melucu dengan cara menghina orang lain atau audiens anda sendiri. Hindari hal ini untuk tetap mendapat simpati dan perhatian audiens anda ketika berpresentasi. (Mardiana Fitriani)

 

Mari Praktikkan Penggunaan Humor dalam Presentasi !!!!!

 

Public Speaking Indonesia | Training Public Speaking

Pelajari Teknik Public Speaking anda dengan klik www.publicspeakingacademy.co.id  atau hubungi 0812 4950 909

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*