Prinsip Menjadi Pembicara | Speak with Confidence

Posted by on Apr 12, 2016 in Articles | 0 comments

Prinsip-prinsip menjadi pembicara yang percaya diri:

  1. Public speaking dekat dengan suasana yang gembira.

Public speaking seharusnya jangan dijadikan sebuah beban. Sudah seharusnya Anda menikmati kesempatan berbicara dengan suasana fun agar tidak mudah bosan. Tidak dilarang untuk serius dan fokus, namun jangan suasana hatipun juga dibawa serius. Just relax and enjoy. Jika suasana hati Anda terlalu serius atau tegang, keakraban kita dengan Audience akan terganggu. Tugas seorang Training Public Speaking adalah menghibur Audience dan membuat mereka tergabung dalam suasana kegembiraan.

 

  1. Cukup dua atau tiga cerita yang menarik.

Cerita bagi sebagian besar orang memang jauh lebih mudah diterima daripada sebuah pesan yang berat. Hampir setiap orang suka mendengarkan sebuah pengalaman hidup atau cerita. Menyiapkan dua atau lebih cerita yang menarik akan sangat bermanfaat dalam seminar public speaking atau seminar-seminar manapun.

 

  1. Membaca catatan dari balik mimbar, mematikan kreativitas.

Membaca script dibalik mimbar dengan selalu membawa script  dapat memberi rasa nyaman kepada Anda karena seluruh data dan kata-kata yang akan Anda bacakan atau ucapkan tertulis dikertas tersebut.

Tapi perlu Anda ingat juga bahwa Audience yang ada didalam ruangan tersebut juga perlu diajak berinteraksi, salah satunya melalui tatapan mata, mimik, dan tentu senyuman Anda. Selain itu gaya bicara dan bahasa menjadi sangat formal dan baku. Selain itu intonasi suara Anda tidak alamiah atau tidak hidup.

Presentai dengan cara seperti itu juga bisa membuat Audience merasa sangat bosan, juga mematikan kreativitas pmbicara publik.

 

  1. Jadilah diri sendiri.
    Meniru penampilan pembicara lain, figur terkenal, artis terpopuler, tidak akan terlalu banyak manfaatnya bagi Anda untuk mendapatkan simpati Audience. Kebanyakan Audience menyukai penampilan seorang pembicara public karena ciri khas si pembicara itu sendiri dengan segala keunikannya dan kekurangannya.

 

  1. Penutup yang “powerfull”

Suasana yang powerfull umumnya ditunggu-tunggu oleh Audience di awal atau penutup pidato presentasi. Suasana  itu dapat digunakan didepan, atau jika terlewat pastikan letakkan hal itu dibagian akhir kalimat. Semua perhatian Audience tertuju pada clossing word dari pembicara.

 

Baca juga 3 Hal Penting Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Ingin Belajar Public Speaking bersama Pakar Ongky Hojanto? Hubungi 0811 349 0909

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*